About Author

Rabu, 22 Juni 2011

Hukum Penggunaan Kawat Gigi

Nah, aku barusan nyari di Gugel hukum make behel. habisnya, dari kemaren sama dari dulu-dulu aku penasaran banget. pas aku nonton di acara tivi, dijelasinnya ham. tapi, kalo aku nanya sama Fajar, nggak apa-apa. daripada ribet bin pusing, akhrinya aku cari di Gugel aja. eh, ketemu. sekarang, coba kita simak aje yoooooo


dari situs www.mysunnah.org
.
Hukum memakai kawat gigi
From:bayu widyarman <avidya_phobia@ yahoo.com>
Date:Sat May 10, 2008 8:05 am
assalamualaikum
apa hukum memakai kawat gigi untuk orang2 yang mungkin berkeinginan untuk merapikan giginya?? dan terkadang dokter gigi tersebut harus mengikir permukaan gigi terlebih dahulu..
syukro atas jawaban antum sekalian..
wassalamualaikum
 

===

Perubahan yang dilaknat adalah perubahan untuk memperindah dan mempercantik
diri. Tapi, jika perubahan tersebut untuk menolak kemudharatan (karena alasan kesehatan) maka hal ini tidak apa-apa untuk dilakukan.


berikut saya kutipkan dari fatwa Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

http://www.almanhaj .or.id/content/ 1776/slash/ 0

HUKUM MENGIKIR GIGI
Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan
http://www.almanhaj .or.id/content/ 85/slash/ 0


Pertanyaan
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Hukum mengikir gigi


Jawaban
Perbuatan ini diharamkan, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Para wanita yang mengikir gigi untuk berhias dan yang merubah ciptaan Allah”

Mengikir gigi merupakan perbuatan yang merubah ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyibukkan diri dengan perbuatan sia-sia yang tidak ada manfaatnya, dan hanya membuang-buang waktu yang seharusnya dipergunakan untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat bagi manusia. Perbuatan tersebut juga merupakan penipuan dan penggelapan serta menunjukkan kerdilnya manusia.
[Zinatul Mar’ah, hal. 84]

HUKUM MEGIKIR GIGI UNTUK KEINDAHAN
Pertanyaan
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Hukum wanita yang mengikir giginya untuk keindahan, dengan cara mendinginkan gigi-giginya dengan pendingin, lalu membuat jarak antara gigi-giginya, hal itu dilakukannya untuk menambah keindahan.


Jawaban
Diharamkan bagi wanita muslim untuk mengikir gigi-giginya dengan tujuan memperindah diri, dengan cara mendinginkan gigi-giginya dengan pendingin sehingga tampak merenggang jarak antara gigi-giginya supaya kelihatan cantik. Namun apabila terdapat kotoran pada gigi-giginya yang mengharuskannya mengubahnya, dengan tujuan untuk menghilangkan kotoran tersebut, atau karena terdapat ketidaknyamanan yang mengharuskannya untuk memperbaikinya dengan tujuan untuk menghilangkan ketidaknyamanan tersebut, maka perbuatan tersebut tidak mengapa, karena hal itu termasuk dalam berobat dan membuang kotoran, yang hanya bisa dilakukan oleh daokter spesialis.

[Tanbihat “ala Ahkamin Takhushshu bil Mu’minat, Syaikh Shalih Al-Fauzan, hal 11]

HUKUM MENGIKIR GIGI UNTUK TUJUAN PENGOBATAN
Pertanyaan
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Hukum mengikir gigi untuk pengobatan dan menghilangkan kekurangan


Jawaban
Mengubah gigi untuk tujuan memperindahnya dan untuk menampakkan ketajamannya adalah perbuatan haram. Namun apabila untuk tujuan pengobatan, maka tidak mengapa. Jika tumbuh gigi pada wanita yang menyusahkannya, maka diperbolehkan untuk mencabutnya karena gigi tersebut merusak pemandangan dan menyulitkannya dalam makan, sedangkan membuang aib (kekurangan) diperbolehkan menurut syari’at. Demikian pula apabila terdapat kelainan yang memerlukan pengobatan, maka diperbolehkan.

[Ziantul Mar’ah, Syaikh Abdullah Al-Fauzan hal. 85]

MELURUSKAN GIGI DAN MENDEKATKAN ANTARA GIGI-GIGI
Pertanyaan
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Bolehkah meluruskan gigi dan mendekatkan antara gigi-gigi hingga tidak tampak terpisah-pisah?


Jawaban
Bila memang diperlukan, misalnya ada kelainan yang harus diperbaiki, maka hukumnya diperbolehkan.

Namun apabila tidak diperlukan, maka hukumnya tidak boleh. Bahkan terdapat larangan untuk mengubah gigi dan mengikirnya untuk keindahan, beserta ancaman bagi pelakunya, karena perbuatan tersebut termasuk sia-sia dan mengubah ciptaan Allah.
Jika hal itu untuk pengobatan atau untuk membuang kelainan,atau untuk kebutuhan, misalnya seseorang tidak bisa makan dengan baik kecuali dengan mngubah gigi-giginya, maka hal tersebut diperbolehkan.
[Kitabul Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih Al-Fauzan, Juz 7, hal. 3223-324]
[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Maratil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Penerjemah Zaenal Abidin Syamsuddin, Penerbit Darul Haq]

Pertemuan Berkat Buku TIK !


Huaaaaaaaa…… Aku nyeseeeeekkk *bukan asma loh*. Aku Cuma nggak nyangka sama hari ini. Kok bisa se,,kebetulan kayak begitu???? Maap kalo pada bingung. Biar aku ceritain selengkapnya.

Tadi pas habis selesai maghrib kan aku diajak sama mba nopi keluar beli kue cucur. Nah, dia ngajaknya juga sekalian jalan-jalan. nah, aku juga sekalian mau fotokopi buku TIK. Akhirnya, aku sama mba nopi jalan keluar beli kue cucur sekalian aku fotokopi bukunya.

Nah, pertamanya itu aku ngusulin buat ke tempat fotokopinya dulu. Soalnya,emang karna tempatnya lebih jauh ketimbang tempat jual kuenya. So, kita jalan deh ke tempat fotokopinya yang ada di RT 3. Nah, pas aku udah deket sama tempat fotokopinya, tempat fotokopinya itu penuh banget sama orang-orang. Aku aja sempet mau mikir lagi mau fotokopi disitu apa nggak tapi tiba tiba ada yang ngehalangin aku.

Aku ngeliat ada anak laki-laki yang lagi naik motor sama anak kecil yang dibonceng dibelakangnya. Pas aku udah di depan tempat fotokopiannya, anak laki-laki yang naik motor itu muter balikin motornya. Dia berenti di depan aku. Awalnya, aku agak susah ngeliat mukanya gara-gara sebagian mukanya ketutupan bayangan. Pas aku sama motor itu sama-sama ngedeketin satu sama lain, aku sama anak laki-laki itu sama-sama micingin mata. Ternyata apa? Anak laki-laki yang lagi naik motor itu Fajar sama adenya, Obit!

Sebentar, kita berdua tatapan mata. Satu temu pandang! Sadar-sadar ayam, aku malingin muka terus langsung jalan cepet ke tempat fotokopiannya. Habisnya gimana, pas aku sama Fajar ketemu itu, orang-orang yang ada di tempat fotokopinya pada ngeliatin kita! Gimana nggak malu. Ngerasa pusat perhatian gituuuu >//<.

Nah, pas aku rada ngibrit masuk ke tempat fotokopiannya, aku ngedenger ada beberapa anak-anak perempuan yang lagi ngantri disitu. Aku denger, mereka bilang begini : “Lah,bukannya itu si…” . Sama kayak begini : “Eh,iya. Itu si…”. Aku agak ngerasa aneh, bingung, sama sedikit malu. Kayaknya, antara aku atau Fajar itu yang lagi diomongin sama anak-anak perempuan itu. Hehe, kali aja,kan? :)
 
Abis aku nitipin buku TIK biar fotokopiannya diambil besok, aku keluar lagi ketempat tadi Fajar nungguin adenya. Pas aku liat, Fajar udah ada diatas motornya. Dibelakangnya, udah ada adenya yang lagi megangin gulungan kertas kado. Waktu aku ngeliat mereka, aku coba ngomong sesuatu. Tapi yang bisa aku tanya cuma begini:
“Eh,Jar. Ngapain kesini?”
“Ini,nganterin Obit ”
“Oh,ini toh Obit? Ng,,yaudah deh,Jar. Pulang duluan ya.”
“Iya.”
“Dah..”
“Ya..”

Pas aku habis ngobrol dikit sama dia, aku celingukan nyari mba nopi. Celengak celenguk aku nengok sana nengok sini nyariin mba nopi. Eh, taunya mba nopi ada di samping warteg. Hedeh. Aku langsung aja nyamperin mba nopi, terus aku langsung narik tangannya mba nopi pergi dari situ sebelum fajar ngeliat aku betingkah kikuk lagi.

Haduuuuuuhhhhh,,,,, disitu aku ngefly gak karuaaan. Antara kesenengan, malu, kikuk, dodol..AAAHHHH,,, ngga ngerti aku! Semuanya campur aduk!! Pokonya hari ini bener-benernggak disangka-sangka bangeeeeeet!!!! :DD